Gerakan Pangan Murah di Mlirip Jetis, Mojokerto Tingkatkan Akses Pangan Masyarakat

 

MediaBangkit.com, Mojokerto :26/02/2026 Dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali hadir di bulan Romadhon di tengah masyarakat Kabupaten Mojokerto sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis ini, merupakan bagian dari inisiatif nasional yang dilaksanakan secara serentak untuk memastikan masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar reguler.

Program ini menjadi sangat relevan mengingat fluktuasi harga pangan sering kali memberikan tekanan ekonomi dan psikologis bagi warga, terutama kelompok masyarakat

Penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah di Mlirip Jetis didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mengendalikan laju inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk menyediakan alternatif belanja yang lebih murah dengan memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga selisih harga dapat dinikmati langsung oleh konsumen.

Selain fungsi ekonomi, gerakan ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat, yakni meningkatkan kepercayaan publik dengan menunjukkan kehadiran dan kepedulian pemerintah serta aparat penegak hukum dalam membantu meringankan beban hidup warga sehari-hari.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib di jln Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Kesuksesan acara ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, antara lain: Polsek jetis kabupaten mojokerto, Sebagai inisiator dalam rangka mendukung program nasional Polri yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto: Melalui dinas terkait seperti Disperindag dan Dinas Pangan yang berperan dalam koordinasi logistik dan pengawasan harga. Bulog (Badan Urusan Logistik): Sebagai penyedia utama komoditas pangan berkualitas, khususnya beras SPHP dengan harga 55.000 rupiah , minyak Kita dengan harga 15.000 rupiah,telor ayam ras dengan harga 26.500 rupiah , dan ada produk” UMKM sayuran seperti cabe, bawang merah ,bawang putih , durian , empek” Pemerintah Desa Mlirip: Bertindak sebagai fasilitator lokasi dan pengatur alur kunjungan warga agar pelaksanaan tetap kondusif.

Dalam kegiatan ini, pemerintah melepas ribuan kilogram bahan pokok yang terdiri dari berbagai komoditas esensial. Beras menjadi produk yang paling diminati, di mana warga dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pasar. Selain beras, komoditas lain yang tersedia meliputi minyak goreng, gula pasir, telur ayam, cabai, dan bawang merah.

Secara keseluruhan, total komoditas yang disalurkan dalam rangkaian gerakan ini mencapai belasan ribu kilogram, yang semuanya dijual dengan selisih harga yang signifikan dibandingkan harga di pasar tradisional atau toko ritel.

Respons masyarakat Mlirip Jetis terhadap Gerakan Pangan Murah sangat luar biasa. Sejak pagi hari, warga telah memadati area jln raya Mlirip untuk mengantre bahan pangan. Antusiasme yang tinggi ini tercermin dari cepatnya stok pangan habis terjual dalam waktu singkat. Warga menyatakan bahwa program ini sangat membantu dapur mereka di tengah kenaikan harga barang pokok. Selain manfaat ekonomi langsung, kegiatan ini juga memperkuat semangat gotong royong dan rasa kebersamaan antarwarga di lingkungan Kecamatan Jetis.

Melihat dampak positif yang dihasilkan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk menjadikan Gerakan Pangan Murah sebagai program rutin yang akan diperluas ke 18 kecamatan lainnya secara berkala. Inovasi seperti program PETROMAKS (Peningkatan Sinergitas dengan Perusahaan) juga terus dikembangkan untuk menggandeng sektor swasta dalam mendukung stabilitas pangan daerah.

Harapannya, pola distribusi pangan murah ini dapat terus berlanjut, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat terjadi lonjakan harga di pasar global. (Ria Bangkit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *