Media Bangkit.com , Australia — DR. Muhammad Ihsan Dacholfany MM. M.Pd, MH* Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan AIK Universitas Muhammadiyah Metro Lampung yang juga merupakan alumni PM. Darussalam Gontor angkatan 697 menjadi salah satu Narasumber yang diberi amanah oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) pada acara Baitul Arqom di Australia.
Kegiatan tersebut berdasarkan permohonan Nara Sumber / Instruktur surat Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Australia, Yudhistira Adhi Nugraha ST., MBA dalam suratnya No: 001/11/E/ 2025, Brisbane Australia pada tanggal 11 November 2025. Lalu Surat tersebut disampaikan ke Rektor Universitas Muhammadiya Metro untuk mendapatkan izin, kemudian dibuatkan Visa oleh panitia Majelis Pembinaan Kader Sumber daya Insani , dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi,
Alhamdulillah setelah beberapa hari, mendapatkan Visa dari tanggal 11 Desember 2025 sampai dengan 11 Desember 2030 dari Kementrian Negara Australia untuk bisa hadir pada acara tersebut, bersama nara Sumber lainnya Dr.Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil,. M.PA dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang juga Ketua MPKSDI Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Muamaroh, PhD dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta, Dr.Endy Syaiful Alim dosen Uinverstas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta dan Velandani Parkoso, M.IP, dosen Universitas Siber Muhammadiyah yang pengurus MPKSDI PP Muhammadiyah.
Kegiatan Baitul Arqam di Persyarikatan Muhammadiyah bertujuan sebagai proses kaderisasi ideologis dan kepemimpinan bagi anggota dan pimpinan Muhammadiyah yang ada di Australia agar memiliki pemahaman, komitmen, serta kapasitas kepemimpinan yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Islam berkemajuan dan kegiatan tersebut juga bagian dari promosi kampus dan Pengabdian Masyarakat Internasional yang nantinya bermanfaat untuk akreditasi dan lain sebagainya apalagi diselingi dengan kegiatan MoU dan MoA.
Tujuan kegiatan Baitul Arqam bukan hanya untuk Penguatan Ideologi Muhammadiyah, Kaderisasi dan Pembentukan Kepemimpinan, Pembinaan Akhlak dan Spiritualitas, Peneguhan Komitmen Organisasi, Peningkatan Profesionalisme Kader, Mewujudkan Dakwah Berkemajuan serta penguatkan peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah, dan tajdid tapi juga sebagai ajang silaturahmi antar warga persyarikatan yang ada di Australia apalagi kegiatan tersebut dibagi 2 kelas, untuk anak-anak dan orangtua/dewasa.
Kegiatan tersebut berlangsung 3 hari dari tanggal 22 sampai dengan 24 Desember 2025 dengan tema : “Filontropi Untuk Dakwah Global” yang diikuti oleh seluruh warga Indonesia yang juga Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), Pengurus Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) dan Pengurus Ranting Istimewa Queensland, Western, Melbourne, dan anggota persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiah di Australia seperti Sydney, New South Wales, Melbourne, Perth, Western, Queensland, Victoria, Darwin, Northern Territory dan juga warga Negara asli Australia yang menjadi anggota persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiah di Australia.
Acara Pelatihan atau Baitul Arqom tesebut bertempat di Gold Coast Recreation Precinct, 1525 Highway, Nort Palm Beach QLD 4221 Australia.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ihsan Dacholfany yang juga Ketua Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Wilayah Lampung, Ketua Cabang Muhammadiyah Metro Timur sekaligus Instruktur Nasional diberi amanah memberikan materi dengan tema Amal Usaha Muhammadiyah dan Dakwah Global (Kelompok Materi Kepemimpinan dan Organisasi).
Materi tersebut menurut Ihsan merupakan ikhtiar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai usaha dan media dakwah persyarikatan untuk mencapai maksud dan tujuan Muhammadiyah, menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yg sebenar-benarnya (adil makmur, beradab, dan diridhoi Allah), sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan pembaruan (tajdid) berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang berfokus pada pendididkan, sosial, ekonomi, serta tidak berafiliasi kepada partai politik.
Selain itu upaya Muhammadiyah dalam menyebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tingkat internasional melalui pendekatan dialogis, kultural, dan kemanusiaan dalam bentuk Dakwah Global dengan usaha Pendirian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai Negara, Kerja sama internasional di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan, Pengiriman dai, dosen, professional dan relawan ke luar negeri serta adanya keterlibatan dalam isu global: perdamaian, kemanusiaan, dan keadilan sosial dengan demikian Dakwah global Muhammadiyah dengan harapan terwujud
Kepemimpinan visioner, yang mampu membaca tantangan global dan meresponsnya secara strategis, terwujud manajemen organisasi lintas budaya, yang menuntut kemampuan adaptasi, komunikasi global, dan sensitivitas sosial serta jaringan organisasi internasional, yang memperluas pengaruh Muhammadiyah tanpa kehilangan identitas ideologisnya, tuturnya. (denk)
* Wakil Rektor UM Metro Lampung
* Alumni PM. Darussalam Gontor 697
* Dewan Pembina Media Prabu Baraka
