Jalan Desa Diduga ‘Dikorbankan’ Demi Bisnis Pasir Kuarsa! Warga Kalirejo Desak Portal Ditutup, Keselamatan Tak Boleh Kalah oleh Kepentingan

Jalan Desa Diduga ‘Dikorbankan’ Demi Bisnis Pasir Kuarsa! Warga Kalirejo Desak Portal Ditutup, Keselamatan Tak Boleh Kalah oleh Kepentingan

BOJONEGORO //Bangkit.com.
Gelombang protes warga Desa Kalirejo dan sekitarnya semakin mengeras. Jalan poros desa yang sebelumnya dipasangi portal dan sempat ditutup untuk kendaraan berat, kini kembali menjadi sorotan setelah portal tersebut dibuka sekitar tiga bulan lalu.

Sejak saat itu, truk-truk bermuatan pasir kuarsa diduga bebas melintas tanpa kendali, menjadikan jalan desa yang sempit itu seolah berubah fungsi menjadi jalur angkutan material tambang.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat. Hampir setiap hari truk bermuatan pasir kuarsa melintas, dan tidak jarang material pasir berjatuhan di sepanjang jalan. Dampaknya langsung dirasakan warga.

Saat hujan turun, pasir yang tercecer membuat permukaan jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan. Sementara ketika cuaca panas, debu yang beterbangan menjadi keluhan utama warga karena mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaan yang semakin memuncak. Ia menilai pembukaan portal tersebut justru membuat masyarakat menjadi pihak yang dirugikan.

“Sejak portal dibuka, truk-truk besar lewat hampir setiap hari. Pasirnya banyak yang jatuh di jalan. Kalau hujan jadi licin sekali, kalau panas debunya luar biasa. Jangan sampai karena menguntungkan satu orang pengusaha, masyarakat yang jadi korban,” ungkapnya dengan nada geram.

Warga lain juga menegaskan bahwa jalan desa seharusnya tidak difungsikan sebagai jalur utama kendaraan berat pengangkut material tambang, apalagi jika dampaknya membahayakan keselamatan masyarakat.
Desakan agar portal kembali dipasang pun semakin kuat. Warga menilai langkah tersebut menjadi satu-satunya cara untuk membatasi lalu lintas kendaraan berat yang selama ini dinilai tidak terkendali.

Menanggapi laporan masyarakat tersebut, Ketua Rumah Aspirasi Partai Golkar, A. Ghuzali, menyatakan pihaknya telah menerima sejumlah aduan dari warga terkait aktivitas truk pengangkut pasir kuarsa yang melintas di jalan desa tersebut.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan lingkungan warga.

“Laporan masyarakat sudah kami terima. Ini bukan sekadar soal debu atau pasir yang jatuh di jalan, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Karena itu aspirasi warga Kalirejo agar portal kembali dipasang akan kami kawal,” tegas A. Ghuzali.

Ia juga mengingatkan agar pihak terkait segera melakukan evaluasi di lapangan sebelum persoalan ini menimbulkan dampak yang lebih serius.

“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru bergerak. Jalan desa ini jelas memiliki kelas jalan tertentu dan bukan diperuntukkan bagi kendaraan bermuatan berat. Aspirasi masyarakat harus segera didengar,” tambahnya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengapa jalan poros desa yang sempit bisa dilalui kendaraan berat pengangkut material tambang secara bebas?Apakah pengawasan terhadap aktivitas angkutan material sudah berjalan sebagaimana mestinya, atau justru ada kepentingan tertentu yang membuat persoalan ini dibiarkan berlarut?

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengusaha pasir kuarsa yang disebut-sebut terkait dengan aktivitas angkutan tersebut belum dapat dikonfirmasi.

Sementara itu, warga Kalirejo berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas. Bagi mereka, keselamatan dan kenyamanan masyarakat tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan bisnis apa pun.

(Ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *